Thursday, January 5, 2017

Anti-Matgay

Anti-Matgay: Solusi Jitu untuk Hari Sialmu
Penulis: eMTe dan Ampersand
Jumlah halaman: 100 halaman
Tahun terbit: 2016
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Format: paperback
Harga: Dibaca melalui SCOOP Premium
Rating Shiori-ko: 3/5
Sinopsis:
Anti-matgay adalah racikan solusi jitu yang diproduksi untuk mengatasi serangan mati gaya yang bisa terjadi kapan pun dan di mana pun. Terbukti berkhasiat untuk menjaga citra diri dari hal-hal “ajaib” yang akan terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Tuesday, January 3, 2017

2016 Bookish Recap

sumber: Slideshare.net // edited
Lebih baik terlambat ketimbang tidak sama sekali. Baru sempat kembali mengurus blog setelah badai pekerjaan yang tidak mengenal libur natal dan tahun baru. Terinspirasi dari tulisannya Raafi & Bibli mengenai kaleidoskop 2016 yang berisi dunia perbukuan yang menimpa mereka membuatku berpikir, mengapa aku tidak membuatnya juga? Mari tengok bagaimana naik turun kehidupan Shiori-ko selama tahun 2016 lalu.

40 Books I Enjoy Reading


Iseng-iseng berhadiah. Bukan sebuah ungkapan yang cocok, tapi setidaknya itulah yang aku pikirkan ketika melihat gambar di atas sempat nongol di timeline Twitterku. Dialah pemilik akun Twitter @kleponwajik mendorongku untuk "melempar" gambar tersebut di Twitter. Sebelum akhirnya aku memutuskan untuk "uji nyali" di Facebook. Alhasil sampai pukul 23:34 WIB tanggal 2 Januari 2017, ada sebanyak 39 likes yang aku dapatkan. Untuk menggenapinya, aku buat saja menjadi 40 judul. Sudah siap?

Monday, January 2, 2017

SCOOP Premium: Entertainment-On-Demand Para Bookdragon Indonesia



Catatan: tulisan ini berupa resensi jujur (honest review) mengenai layanan SCOOP Premium.

Kini, semua hal berbau on-demand. Katakan saja yang paling mudah adalah transportation-on-demand seperti Go-Jek, Grab, dan Uber. Kemudian disusul oleh entertainment-on-demand. Yang paling akrab dengan dunia millennials adalah Spotify dan Netflix. Kalau Spotify memberikan layanan musik dan Netflix adalah berupa tontonan, lalu bagaimana dengan buku?


Sunday, November 27, 2016

Catatan Najwa

Catatan Najwa
Penulis: Najwa Shihab
Jumlah halaman: 208 halaman
Penerbit: Literati
Tahun terbit: 2016
Format: paperback
Harga: Rp85.000 di Gramedia
Rating Shiori-ko: 4/5
Sinopsis:

Catatan Najwa berisi refleksi Najwa Shihab atas isu yang dibahas di program Mata Najwa. Dengan gaya rima yang khas, Catatan Najwa menggelitik dengan sindiran, menohok tajam, kadang seperti ajakan merenung. Inilah narasi-narasi terbaik Mata Najwa yang akan terus relevan dibaca kapan pun.

Selama para pejabat menghamba harta benda, negara akan terus jadi sapi perah penguasa. Saham kosong dan proyek tersedia, begitulah kisah pejabat negara merendahkan dirinya. (PEJABAT PEMBURU RENTE, hlm. 104)

Rakyat perlu para penegak yang berwibawa, bekerja demi keadilan dengan bangga. Karena kita tak membayar seragam mereka, hanya untuk menegakkan hukum rimba. (HUKUMAN SALAH ALAMAT, hlm. 115)

Apa arti ijazah yang bertumpuk, jika kepedulian dan kepekaan tidak ikut dipupuk? Apa gunanya sekolah tinggi-tinggi, jika hanya perkaya diri dan sanak-famili? (DARI JOGJA UNTUK BANGSA, hlm. 159)

Saturday, November 26, 2016

Generasi Langgas

Generasi Langgas: Millenials Indonesia
Penulis: Yoris Sebastian, Dilla Amran, & Youth Lab
Jumlah halaman: 212 halaman
Tahun terbit: 2016
Penerbit: GagasMedia
Format: paperback
Harga: Rp.88.000 di Gramedia
Rating Shiori-ko: 3/5
Sinopsis:

Buku ini bercerita tentang generasi millennials di Indonesia. Mereka yang lahir tahun 1980 hingga 2000. Di tangan merekalah, penentuan apakah Indonesia akan mendapatkan bonus demografi di tahun 2020 atau malah sebaliknya.

Generasi millennials bisa dibilang sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya sehingga baik di lingkup pekerjaan maupun di rumah, suka tidak mudah untuk dipahami. Tidak heran bila millennials sering kali diberi cap yang kurang baik.

Generasi instan? Generasi copas? Generasi nggak mau susah?

Buku ini memberikan pandangan berbeda. Saya percaya bahwa millennials ini bisa menjadi generasi terbaik yang pernah ada di Indonesia. Itu kalau generasi ini mau mengambil inspirasi positif dari berbagai sumber, terutama dari teman-teman mereka yang sama-sama millennials juga.

Life is not about finding yourself.

Life is about creating yourself.