Saturday, August 19, 2017

Grand Story Magazine Issue 14: Liberating Literacy

sumber
Di tengah perubahan format bahan bacaan dari cetak menuju digital, majalah pun juga menjadi korban. Sudah bukan berita mengagetkan lagi apabila banyak majalah cetak kemudian merilis edisi terakhir (dalam format cetak) untuk selanjutnya beralih ke versi digital. Pertimbangannya pun beragam, Dari penjualan oplah cetak yang ternyata terus menurun, hingga efisiensi biaya (sebab untuk majalah cetak akan ada banyak sekali biaya yang harus dikeluarkan).

Namun, hal tersebut berbeda dengan Grand Story Magazine. Sebuah majalah dalam format cetak berukuran A4 yang kini tengah berusaha naik menjadi bahan bacaan untuk generasi millennials.

Memang, blog Shiori-ko ini belum pernah menuliskan resensi sebuah majalah. Akan tetapi, karena kebetulan tulisan si empunya Shiori-ko ini berhasil dimuat di Grand Story Magazine, maka sekalian saja untuk membuat review super awam. Maka dari itu, mohon dimaklumi jika masih sangat dangkal dalam pembahasannya.

Grand Story Magazine menuliskan di halama sampulnya sebagai "An Urban Guidebook for Global Lifestyle & Development". Menyampaikan kepada calon pembaca bahwa konten yang ada di dalamnya adalah tentang gaya hidup. Pernyataan bahwa Grand Story Magazine menyasar millennials juga bisa ditemukan pada deskripsi yang terdapat pada laman Facebooknya. Tertulis, "A lifestyle magazine as a guide book for young adults who concern about global development and progressions". Jelas sudah, Grand Story Magazine memiliki sasaran utama para anak muda.

salah satu laman dalam Grand Story Magazine // sumber

Ukuran Grand Story Magazine dapat dikatakan cukup untuk dibaca. Tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar. Benar-benar berukuran kertas A4 yang sudah biasa kita lihat itu. Pada Issue ke-14 ini teradapat sekitar 116 halaman dengan kualitas kertas yang berbeda-beda. Ada beberapa bagian yang menggunakan kertas semacam kertas glossy dan sisanya tidak (maaf, tidak begitu paham dengan jenis-jenis kertas). 

Bicara mengenai konten, Grand Story Magazine membaginya menjadi beberapa bagian. Dibuka dengan Cover Story, dilanjutkan dengan Main Story, Figure Story, Advertising Story, Community Story, Our Story, dan ditutup dengan Event Story. Masing-masing bagian memiliki fokus konten sendiri-sendiri. Memudahkan pembaca untuk mengetahui apa tujuan dari penulisan artikel tersebut. Untuk menjelaskan desain sampul yang ada di halaman sampulkah, untuk membahas tema besar dari edisi tersebutkah, hingga membahas mengenai acara-acara apa saja yang sudah digelar.

Sebelum sempat terlewat, Grand Story Magazine lahir di Surabaya. Karena masih berada pada edisi ke-14, jangan merasa bahwa yang dibahas baru pada tempa dan acara yang digelar di Surabaya. Namun, siapa tahu, dengan mengangkat lokalitas Surabaya tersebut, pembaca jadi semakin banyak tahu bahwa Surabaya pun ternyata juga sudah berkembang begitu pesat. 

ada tulisan ku di edisi ke-14! 
Yang membuat Grand Story Menarik ialah karena tata letaknya yang bersih, rapi, minimalis. Grand Story Magazine banyak menggunakan warna putih sebagai dasar setiap halamannya dan untuk pemisah bagian menggunakan warna latar hitam. Sederhana dan walaupun minimalis, tetap terkesan mewah. Kesederhanaan tersebut juga dibawa dalam pemilihan font face. Redaksi dan bagian penata letak sepertinya tahu betul kalau pembaca akan merasa nyaman dengan font face yang tidak terlalu banyak pernak-perniknya namun tetap tegas. Sekali lagi, menunjukkan kelas.

Grand Story Magazine memiliki komposisi yang unik. Ada beberapa bagian yang tulisannya memang padat sehingga ilustrasi di dalamnya hanya sedikit. Ada yang memberikan banyak visual (seperti pada bagian Our Story: Travel) dan sangat minim tulisan, hingga baik tulisan dan foto seimbang (seperti pada bagian Figure Story). Menggunakan komposisi seperti itu memang salah strategi yang bisa membuat pembaca menjadi tidak bosan. Malah bisa jadi, mereka merasa seperti tidak sedang membaca.

salah satu laman yang memberikan rekomendasi berpakaian // sumber

Yang unik dari Grand Story Magazine ialah adanya terjemahan dalam bahasa Inggris. Tidak di semua bagian, hanya mencakup bagian yang merupakan bagian utama dari majalah ini. Seperti bagian Cover Stroy, Main Story Figure Story, Advertising Story dan Community Story. Sisanya, ya tentu ditulis dalam bahasa Indonesia. Langkah yang dilakukan oleh Grand Story Magazine agak terkesan setengah-setengah. Apabila ingin membuat semuanya berbahasa Inggris malah lebih bagus. Pembaca yang tidak memahami bahasa Indonesia pun bisa memahami sisa artikelnya meskipun bukanlah sorotan utama majalah tersebut. Ya tapi bisa juga, tim redaksinya memiliki pemikiran yang lain untuk melakukan hal tersebut. 

Sayangnya, Grand Story Magazine masih memiliki kualitas jilidan yang perlu ditingkatkan. Issue 14 ini cukup rapuh. Baru beberapa kali diakses, beberapa halaman terlepas. Padahal kualitas kertas yang digunakan sudah bagus. 

Sedangkan untuk konten, sudah cukup memberikan informais untuk anak muda yang menjadi sasaran utama. Meskipun, masih seperti kebanyakan majalah yang memberikan ulasan mengenai tempat nongkrong, resensi terhadap film, dan referensi berpakaian. Hanya satu yang cukup mengganjal ketika membaca Grand Story Magazine Issue 14 ini: kesalahan pada pemenggalan kata. Entah bagian redaksi belum melakukan pemeriksaan ketika naskah sudah masuk in design, atau kesalahan tersebut luput dari quality control. Kesalahan tersebut tidak hanya sekali, namun beberapa kali di majalah edisi tersebut. 

Grand Story Magazine yang dibandrol dengan harga Rp35.000 tidak terlalu mahal apabila kualitas lem penjilidnya diperbaiki lagi. Konten sudah menarik namun akan lebih baik jika bisa ditingkatkan (terutama untuk penulisan tata bahasanya). 

Oh iya, tidak lupa kuucapkan terima kasih karena sudah bersedia memuat tulisanku mengenai perpustakaan :)

2 comments:

  1. atu hal yang membuat saya langsung tertarik untuk membeli majalah ini, tema dan sasaran pembaca yang fresh. tapi majalah Grand Story ini bisa dibeli dimana ya?

    ReplyDelete
  2. Hai, Kak! Terima kasih atas ketertarikannya, ya. Visi utama Grand Story Magazine adalah memang untuk menyajikan insight yang mendalam mengenai bermacam-macam tema dan isu dalam masyarakat. Kami berupaya menyajikan sudut pandang yang seberagam mungkin, supaya pemahaman pembaca dapat menyeluruh. Jika ingin memiliki Grand Story Magazine, bisa cek di instagram @grandstorymagazine atau via bit.ly/GrandStory atau whatsapp ke 08563362207. Harganya hanya 35.000 per edisi. Selain itu, mulai bulan ini majalah kami juga akan didistribusikan di Gramedia area Jawa dan Bali. Semoga ke depannya kami bisa menggapai lebih banyak pembaca, ya! :)

    ReplyDelete