Monday, January 26, 2015

Passion 2 Performance

Passion 2 Performance
Penulis: Rene Suhardono & Tim Impact Factory
Jumlah halaman: 352 halaman
Tahun terbit: 2015
Penerbit: Kompas
Format: paperback
Harga: Rp. 129.000 di Gramedia
Rating Shiori-ko: 4/5
Sinopsis:
"Kinerja yang luar biasa lahir dari kegembiraan yang luar biasa dalam menjalankannya. Passion will drive awesome performance!"

Begitulah hipotesis René Suhardono dan tim Impact Factory.

Untuk membuktikannya, mereka mensurvei 11 industri berbeda di Indonesia untuk mengetahui, mendalami, dan memaknai faktor-faktor yang membedakan antara seorang high performer dengan non-performer.
Hasilnya tertuang dalam #Passion2Performance ini -- berikut wawancara, temuan-temuan, dan kajian-kajian menarik sepanjang 1,5 tahun proses penyusunannya.
Sebuah buku yang akan sangat bermanfaat bagi banyak kalangan, mulai dari yang muda yang baru memulai karier mereka, sampai dengan senior managers yang ingin terus mengembangkan karier ke tingkat yang lebih tinggi.


Resensi Shiori-ko:
Diawali dari kicauan via twitter yang dilakukan oleh Rene Suhardono mengenai buku ini, aku pun tergerak ingin segera memilikinya. Maka dari itu, begitu buku ini sudah tersedia di toko, aku meminta ayah untuk membeli satu. Dengan harga jual Rp. 129.000 aku berharap isi bukunya juga semenarik apa yang dikatakan oleh penulisnya.

Gaya Bahasa dan Kosa Kata
Buku ini dibuka dengna beragam kutipan mengenai passion dan kaitannya dengan performance. Bahasanya bercampur antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang untungnya masih dapat dipahami dengan mudah. Namun, pada sisi yang satunya (buku ini menggunakan konsep book flip) bahasa yang digunakan sudah sangat fokus, ditujukan kepada mereka yang memang berkecimpung di dunia bisnis dan manajemen. Ditujukan kepada mereka yang sudah berada dalam lingkup kerja profesional, bukan untuk mereka yang masih awam (seperti saya yang mahasiswa misalnya). Maka dari itu, ada beberapa bagian yang harus saya pahami lebih lama dan baca beberapa kali agar benar-benar memahami apa yang ingin disampaikan oleh penulis. Karena endapan pengetahuan yang saya punya sebelumnya belum bisa satu level kosa kata yang dipergunakan dalam buku ini, untuk beberapa bagian saya merasa bingung.

Tata Letak dan Desain
Salah satu alasan yang menyebabkan mengapa buku ini mahal adalah karena permainan tata letak dan desainnya yang apik. Dan itulah yang mengimbangi supaya orang tidak jadi bosan membaca (karena kosa kata yang tidak umum). Tidak hanya bermain dengan 3 warna saja, tapi ada pula bagian yang benar-benar penuh warna, seperti foto. Peletakan dan desainnya dalam segi apapun menarik dan enak untuk dilihat. Kehadiran ilustrasi sederhana cukup membantu pembaca ketika mencoba mengerti isi buku ini.

courtesy: Rene Suhardono // sumber: twitter

Isi Buku
Buku ini terbagi menjadi dua bagian yakni "Passion without Performance is Nothing" yang menjelaskan dengan ringan dan singkat apa itu passion dan bagaimana membuat passion menjadi suatu bahan bakar untuk kita berkarya (tidak sekedar bekerja). Seperti yang ada dalam deskripsi buku, bahwa buku ini ingin menunjukkan bahwa seseorang yang hanya punya passion tanpa didukung oleh performance yang maksimal hasilnya menjadi biasa saja. Tidak peduli bahwa ia melakukan hal tersebut dengan suka cita ataupun terpaksa. Begitu pula sebaliknya, modal performance tidak langsung membuat kinerja menjadi optimal, tanpa adanya energi dari passion maka kinerja mengesankan itu hanya menjadi keluhan semata. 

Sedangkan pada bagian atau sisi yang sebaliknya membahas bagaimana sebaiknya sebagai pimpinan (dan pemimpin) dalam suatu organisasi mampu membawa ekosistem kerjanya menjadi tempat yang mengasyikkan untuk "bermain", tim yang bisa mengutarakan ide-ide kreatif karena berlandaskan dorongan passion. Maka, jangan heran jika pada bagian "Performance without Passion is Nothing" berisi semacam langkah-langkah yang bisa dilakukan individu sebagai tim atau sebagai pemimpin untuk menciptakan lingkungan yang kondusif, agar mereka semua berkarya, tidak hanya bekerja. 

Saran Shiori-ko:
Membaca buku ini membuatku senang. Aku baru memulai tahun 2015 dengan mengambil kesempatan dengan pemikiran bahwa diriku yang tahun ini jangan sampai sama seperti tahun lalu. Minimal aku harus membuat sebuah perubahan ke arah yang lebih baik (forward). Aku membaca dengan cukup tenang dan tidak terburu-buru, sehingga sebagian besar tulisan ini bisa aku refleksikan pada diriku sendiri supaya tidak hanya mengetahui passion-ku semata, tapi juga bisa berkarya atas nama Indonesia yang lebih baik. Well, sejauh ini aku bersyukur, aku melakukan studi di bidang yang aku sukai, mengambil pekerjaan di area yang positif dan kondusif dengan pemimpian yang memberi ruang bagiku untuk berkreasi. Dan semoga saja, aku benar-benar bisa berkecimpung di "kolam" yang sesuai dengan lentera jiwaku (kampanye pentingnya Early Literacy Program, jadi Children and Youth Librarian, mungkin? :})

courtesy: Impact Factory // sumber: twitter


Visual yang ditempatkan dalam buku ini sangat menarik, dan ya, memang itu yang membuat harga buku ini sangat mahal. Menurutku, apabila kamu tidak terlalu membutuhkan buku ini, jangan terburu untuk membelinya. Coba pinjam punya teman. Namun, apabila kamu merasa bahwa kamu perlu mendorong dirimu supaya memiliki semangat berkarya, aku rasa buku ini bisa kamu jadikan investasi :) 

No comments:

Post a Comment