Wednesday, June 15, 2016

Dilan Bagian Kedua

Dilan Bagian Kedua: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991
Penulis: Pidi Baiq
Jumlah halaman: 344 halaman
Penerbit: Pastel Books
Tahun terbit: 2015
Format: paperback
Rating Shiori-ko: 3/5
Sinopsis:

"Jika aku berkata bahwa aku mencintainya, maka itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap."
―Milea

"Senakal-nakalnya anak geng motor, Lia, mereka shalat pada waktu ujian praktek Agama."
―Dilan


Resensi Shiori-ko:
Selesai membaca buku yang pertama dan dengan akhir yang ternyata seperti itu, aku rasa aku harus melanjutkan hingga buku kedua. Ternyata buku ini di luar ekspektasiku.

Gaya Bahasa, Kosa Kata, dan Penyampaian
Secara keseluruhan dari kosa kata dan gaya bahasa yang digunakan penulis untuk menulis bagian kedua dari hubungan cinta Dilan dengan Milea masih sama dengan yang tertulis di buku pertama. Syukurlah, penyampaiannya juga tidak dipaksakan supaya, minimal, menjawab rasa penasaran pembaca yang sudah timbul sejak buku pertama. Setidaknya itu yang aku rasakan. Pidi Baiq sebagai seorang penulis menjaga agar pace yang ada pada buku kedua ini tetap stabil. Tidak mendadak lambat ataupun tidak mendadak cepat. Gaya penyampaian yang mengalir itulah yang juga membuat pembaca bertahan dan terus membalik halaman, penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya dengan Dilan dan Milea.

Plot
Buku ini kembali lagi dibuka dengan kisah Milea yang kabarnya sukses menuliskan kenangannya tentang Dilan di buku pertama. Milea pun bertutur, karena kesuksesannya itu, ia ingin melanjutkan lagi kisah tentang Dilan. Setelah itu, barulah pembaca diajak untuk mundur sejenak dan bergerak maju.

Penokohan
Aku rasa tidak ada yang begitu signifikan dalam penokohan di buku kedua. Secara garis besar tokohnya sama. Tentu, cerita masih berpusat pada Dilan dan Milea. Tetapi, kalau tidak ada orang ketiga rasanya konflik tidak akan muncul kan?

Perkembangan tokoh mulai terlihat. Apalagi jika tahu bagaimana tokoh Dilan dan Milea di buku pertama. Dilan yang anak geng motor ternyata bisa berubah juga dan Milea dibuat pusing karenanya. Hubungan percintaan mereka tentu bertambah rumit dengan keluarnya masing-masing karakter asli. Dilan yang mulai bebal, tidak bisa diberi peringatan saja dan Milea yang sudah menjadi kebanyakan perempuan: demanding. Perkembangan tokoh itulah yang membuat komflik dalam buku ini bermunculan dan semakin meruncing karena adanya pihak ketiga yang naksir dengan Milea.

Sebut saja Kang Adi yang sejak di buku pertama selalu berusaha segala macam cara untuk dapat mendapatkan Milea. Hubungan Kang Adi, Milea, dan Dilanpun akan dijelaskan dalam buku ini. Kemudian, ada juga Yugo, sepupu jauh Milea yang terpisah beberapa tahun tidak bertemu. Dibanding Kang Adi, kehadiran Yugo inilah yang malah membaut konflik antara Milea dan Dilan semakin meruncing.

Isi Buku
Mengapa aku hanya beri bintang 3? That butterfly in my stomach effect is no longer there. Buku ini memang merepresentasikan apa yang terjadi dalam kisah asmara 2 siswa SMA, yang kata orang "cinta monyet". Tetapi aku merasa kalau hal tersebut tidak perlu. Akhir dari buku pertama sudah cukup dan biarkan pembaca mengimajinasikan sendiri bagaimana Dilan dan Milea menjalani hubungan mereka. 

Konflik-konflik yang ada memang sengaja dimunculkan sebagai suatu bentuk bahwa mereka pun menghadapi permasalahan yang dihadapi juga oleh pasangan SMA lainnya: rasa cemburu berlebih, tidak bisa hanya sekali diberi peringatan, dan kekasih yang banyak maunya. Menyebalkan memang, dan wajar saja jika Dilan dan Milea memiliki watak seperti itu ketika mereka sudah resmi berpacaran. 

Aku membaca buku kedua ini karena penasaran dengan siapa yang menjadi suami Milea. Di buku pertama Milea bertutur kalau Dilan bukanlah yang akhirnya menikahinya. Tentu, aku ingin tahu lebih lanjut, siapakah orang yang beruntung untuk mendapatkan Milea. Di akhir buku, Milea kembali dengan kehidupan saat ini. Ia juga bercerita dengan pertemuannya dengan lelaki yang akhirnya memperistrinya dan kejadian tidak terduga selama hubungan Dilan dan Milea sudah tidak lagi sama. 

Sayangnya, seperti yang sudah aku sebutkan di atas, kehadiran buku kedua ini rasanya tidak perlu.

Saran Shiori-ko:
Kalau kamu ingin merasa jatuh cinta dengan Dilan, baca saja buku pertama. Tidak perlu melanjutkan ke buku kedua. Bukankah kamu sudah tahu bahwa suami Milea bukanlah seorang Dilan?

No comments:

Post a Comment