Saturday, April 4, 2015

Cress

Cress (The Lunar Chronicles #3)
Penulis: Marissa Meyer
Jumlah halaman: 552 halaman
Tahun terbit: 2015
Penerbit: Square Fish
Format: paperback
Harga: Rp. 151.000 di Kinokuniya Plaza Senayan
Rating Shiori-ko: 4/5
Sinopsis:

Cinder and Captain Thorne are fugitives on the run, with Scarlet and Wolf in tow. Together they’re plotting to overthrow Queen Levana and her army. 

Their best hope lies with Cress, who has been trapped on a satellite since childhood with only her netscreens as company. All that screen time has made Cress an excellent hacker; unfortunately, she’s just received orders from Levana to track down Cinder and her handsome accomplice. 

When a daring rescue goes awry, the group is separated. Cress finally has her freedom, but it comes at a high price. Meanwhile, Queen Levana will let nothing stop her marriage to Emperor Kai. Cress, Scarlet, and Cinder may not have signed up to save the world, but they may be the only ones who can.
Resensi Shiori-ko:
Dasar impulsif, begitu tahu bahwa di dunia Tumblr sedang heboh buku ke-3.5 alias Fairest sebelum pada akhirnya menuju buku keempat dari The Lunar Chronicles, Winter, akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan membacanya. Sebenarnya aku sudah punya edisi digitalnya, tetap saja yang namanya kenimkamatan membaca akan terasa ketika punya versi fisik cetak. Syukurlah seorang teman mau aku repoti dengan untuk mengirimkan buku ini dari ibukota (sayang sekali, di Periplus harus menunggu stok tersedia di gudang & itu lama!).

Gaya Bahasa, Kosakata, dan Penyamapaian
Tidak banyak berubah dari cara penutusan Marissa Meyer, tetap ringan dan mudah diikuti. Marissa Meyer masih sering menggunakan kosakata yang sudah pernah ia sebutkan dalam buku-buku sebelumnya. Tidak heran jika pembaca langsung masuk ke dalam cerita. Kalau untukku pribadi, aku menemukan beberapa kata yang masih asing, sehingga aku kadang malah jadi salah tangkap dan mengulangi kalimat yang tengah aku baca itu. 

Untuk cara penyampaian dan gaya bahasanya, Marissa Meyer menunjukkan kemajuan. Sudah tidak lagi mengawali cerita dengan sangat lambat dan terlalu mendetil, melainkan sudah masuk ke dalam area yang membuat pembaca gemas. Permaianan kalimatnya pun seputar deskripsi yang malah untukku seperti halnya kita menonton sebuah film aksi dengan para tokoh utama dari dongeng-dongeng H.C. Andersen. Intinya, terdapat peningkatan yang lebih asik ketimbang buku sebelumnya. Hanya saja, Marissa Meyer memperbanyak adegan perkelahian ketimbang romans dan bagian-bagian yang mengharu biru.

Plot
Plotnya maju dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Pembaca diajak melihat ketika tim Linh Cinder terpencar, bagaimana Kai di istana mempersiapkan pernikahan hingga akhirnya semua tokoh penting saling bertemu dan memulai peperangan. Marissa Meyer disini ingin memberikan sentuhan yang berbeda di saat sebagian besar novel dengan tokoh yang banyak diberikan satu bagian untuk bercerita dari sudut pandangnya (seperti karya Rick Riordan maksudku). Aku sendiri tidak meraa terganggu dengan penggunaan sudut pandang yang sama pada keseluruhan buku tersebut. Malah disitulah letak menariknya. 

via fuckyeahthelunarchronicles

Sayangnya, ketika tim tersebut terpencar, Marissa Meyer hanya memberikan sedikit bagian untuk melihat sisi Scarlett. Barulah pada bab akhir diceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan Scarlett ketika ia terpisah.

Penokohan
Aku rasa semua sudah tahu siapa saja tokohnya dari 2 buku sebelumnya. Masih tetap Cinder, Scarlett, Thorne, Wolf, Iko, Dr. Erland, dan ketambahan satu tokoh lagi bernama Cress. Diceritakan bahwa tokoh Cress ini ternyata diasingkan dalam sebuah satelit yang tidak punya akses keluar masuk selain menggunakan pesawat luar angkasa. Ya, memang buku ini diangkat dari kisah Rapunzel. Jangan heran ketika pangeran penyelamatnya tidak meminta Cress untuk menurunkan rambutnya yang panjang itu ke bumi, ya. 

via fuckyeahthelunarchornicles


Tokoh Cress dijelaskan dengan baik, beserta dengan latar belakang mengapa ia sampai bisa terjebak dalam sebuah satelit. Tetapi itu dari sudut pandang Cress, bukan dari sudut pandang orang yang lain. Bisa dimaklumi sih, karena katanya orang tua Cress entah masih hidup atau sudah dibunuh oleh rezim Levana. 

Untuk tokoh yang lain, aku rasa kalau pembaca sudah membaca Cinder dan Scarlett plus buku-buku pendampingnya tidak akan merasa bingung. Mereka masih memiliki karakter yang sama.

Ide Cerita
Seperti yang sudah aku sebutkan, Cress ini berangkat dari kisah Rapunzel. Ia terjebak dalam sebuah menara (satelit) yang tiadk punya akses keluar masuk. Rambutnya panjang, mungkin karena sang penyihir tidak pernah memperhatikan tubuhnya. Bedanya adalah, kalau Rapunzel punya kekuatan di rambut itu, sedangkan Cress adalah seorang gadis hacker yang jenius (katanya seperti Lisbeth Salander dari Girl with a Dragon Tattoo). Dalam buku memang tidak secara langsung diceritakan apa yang terjadi dengan orang tua Cress, tapi kalau tahu bagaimana kisah Rapunzel, ya agak sedikit mirip. 

Selalu yang aku suka dari Marissa Meyer adalah ide ceritanya yang ia kembangkan dan ia ubah dari dongeng-dongeng yang sebelumnya sudah banyak diketahui. Buku ini dibagi menjadi 4 bagian dimana setiap pembukanya selalu ada kutipan dari kisah Rapunzel yang asli. Menyenangkan ketika pembaca bisa membayangkan bahwa Cinder (dari Cinderella), Scarlett (The Red Riding Hood), dan Cress (Rapunzel) bisa bersatu dan melawan satu ratu yang akan mengambil alih bumi.

Saran Shiori-ko:
Aku tidak mau banyak bercerita disini, tapi aku sarankan untuk membaca buku ini. Lumayan memberikan alternatif cerita dongeng dari apa yang sudah pernah kita dengar. Jangan berhenti di buku pertama, keseruannya malah terasa begitu buku kedua dan yang ketiga ini. Kalau memutuskan membaca seri The Lunar Chronicles, jangan lupa baca buku-buku pendukungnya ya! Sayangnya, hingga saat ini aku belum menemukan adanya fandom The Lunar Chronicles di Indonesia. Mungkin kita bisa bikin? :)

via fuckyeahthelunarchronicles


2 comments:

  1. reviewnya keren :D

    btw, udah buat fandom lunar chroniclesnya kah ? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo dicek di Tumblr sih udah banyak. di indo belom ada fandomnya :(

      Delete