Tuesday, May 12, 2015

How the World Works

How the World Works
Penulis: Noam Chomsky
Jumlah halaman: 456 halaman
Tahun terbit: 2015
Penerbit: Bentang Pustaka
Format: paperback
Harga: Rp. 67.150 di Petra Togamas Surabaya
Rating Shiori-ko: 3/5
Sinopsis:

Buku ini merupakan kolaborasi dari empat seri "Real Story": Apa yang Sesungguhnya Diinginkan Paman Sam; Yang Kaya Sedikit dan yang Gelisah Banyak; Rahasia, Kebohongan dan Demokrasi; serta Kebaikan Umum. Kendati perbincangan dan wawancara yang terhimpun dalam buku ini berlangsung pada era 1990-an, pandangan Chomsky rupanya lebih mencerahkan ketimbang berita dan analisis teraktual.
 Analisis-analisisnya yang begitu mendalam mengenai diskriminasi, perdamaian dunia, dan ketidakadilan di negara-negara dunia ketiga benar-benar melampaui zamannya. Teori-teorinya seakan menjadi ramalan jitu, bahwa beginilah cara dunia bekerja. Dan, ia berhasil membuktikannya.

Resensi Shiori-ko:
Ditengah rentetan tuntutan untuk segera menyelesaikan skripsi, rasanya lelah juga hanya berkutat pada buku-buku teks pendukung. Nama Chomsky sebenarnya sudah tidak terlalu asing ditelingaku, namun baru kali ini aku memberanikan diri untuk membacanya.

sumber
Gaya Bahasa, Kosa Kata, dan Penyampaian
Buku ini adalah kumpulan tulisan Chomsky dari 4 buku sebelumnya. Aku, yang sama sekali tidak pernah tahu bagaimana tulisan Chomsky merasa bahwa cara penyampaiannya tidak bisa sembarangan dinikmati orang. Menurutku, seseorang haruslah punya pemahaman mendasar terlebih dahulu tentang perpolitikan dan perekonomian dunia, bukan dari tataran bawah, melainkan mengerti apa yang terjadi di kalangan atas. Ketika pembaca sudah tahu hal-hal tersebut, aku rasa mereka sudah bisa mencerna tulisan Chomsky dengan lebih baik. 

Istilah dan kosa kata yang digunakan sebenarnya tidak terlalu sulit. Yang menyebabkan pembaca jadi agak susah mengikuti alurnya ialah materi dan pesan yang ingin disampaikan oleh Chomsky. Aku malah sempat berpendapat bahwa pembaca awam memiliki pilihan untuk berhenti di tengah jalan karena tidak tahan dengan apa yang dibacanya, atau berhasil menyelesaikan membaca namun dalam waktu yang cukup lama. Itu pun kalau mereka bisa menyelesaikan tanpa adanya perasaan untuk menjadi anti terhadap etnis tertentu. 

Aku sendiri tidak merasa terlalu kesulitan. Ya karena aku sudah sering mendengar rumor-rumor tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik semua kekacauan dan peperangan di dunia ini. Ditambah lagi aku juga suka menonton serial televisi yang menayangkan konspirasi-konspirasi tingkat tinggi. Mungkin pembaca akan merasa buat apa membaca tulisan mengenai analisis yang terlalu kompleks dan rasanya sulit untuk diselesaikan secara sederhana, selama pembaca masih bisa mendapat makan dan hidup layak, membaca karya Chomsky menjadi hal yang sia-sia dan membuang-buang waktu. Tetapi, untuk sekedar membuka pengetahuan, tidak ada salahnya membaca buku ini. Hati-hati terkaget-kaget dengan apa yang dijelaskan Chomsky disana.

Isi Buku
Seperti yang tertulis pada sinopsisnya, Chomsky menjelaskan mengenai peperangan, kemiskinan, kebodohan, kesehatan, hingga rasisme dengan analisis yang ia miliki (sumbernya ia dapat dari berbagai kalangan, aku sempat menduga dirinya ada hubungannya dengan Julian Assange dan WikiLeak). Bahwa apa yang terjadi selama ini, yang membuat manusia menjadi merasa terkungkung, ialah karena ulah Amerika Serikat selaku negara (yang mengaku) adidaya. Beragam rasa tidak aman dan takut kehabisan daya yang dirasakan oleh Amerika Serikat membuat kebijakan negara tersebut menjadi berkuasa atas kemerdekaan negara lain. Bahkan, di tulis pula, Amerika Serikat tidak segan-segan untuk menghabisi suatu kelompok tertentu apabila kelompok tersebut memberontak kepadanya. Aku yang membaca buku ini ketika sedang menyelesaikan skripsi bertopik tulisan distopia jadi merasa bahwa sebenarnya apa yang dikatakan oleh The Hunger Games ternyata sungguh terjadi.

Chomsky juga menuliskan bahwa selama ini dunia bekerja untuk mereka yang hanya punya duit saja. Kapitalisme yang semakin hebat efeknya mendorong mereka untuk terus "merebut" sesuatu dari orang-orang biasa. Sistem yang terjadi di dalam masyarakat global saat ini adalah pemiskinan, pembodohan, dan peperangan yang sudah merupakan startegi untuk mendapatkan hasil sumber daya alam lebih besar lagi. Chomsky tidak menutup-nutupi bahwa pemerintah Amerika Serikat (diwakili oleh presiden yang menjabat saat itu) selalu mengusahakan dirinya ikut campur dengan proses pemilu di negara yang bagi mereka adalah sumber uangnya (termasuk Indonesia). 

Gara-gara membaca buku ini, aku juga baru tahu kalau Chomsky adalah orang yang sering mengutip pendapat Orwell (walau ia sendiri menolak diberi label sebagai Orwellian). Chomsky meletakkan karya satir Orwell, Animal Farm, ke dalam konteks yang lebih nyata, yakni kehidupan saat ini. Menjadikan bahwa apa yang telah ditulis Orwell bukanlah hanya sekedar sindirian, melainkan seakan menjadi suatu manual kerja untuk para penguasa ekonomi dunia dalam menaklukan warganya. 

Saran Shiroi-ko:


Buku ini cukup menarik hanya untuk kalangan tertentu yang mau merelakan waktunya membaca apa yang bertolak belakang dari yang selama ini dipublikasikan oleh media. Aku rasa, buku ini cocok untuk mereka yang tidak mudah percaya dengan isi berita dan judul utama media massa (atau minimal berpikirakn skeptis). Tetapi sekali lagi aku ingatkan, siapkan mental untuk bertahan dengan buku ini, kalau perlu ketahuilah hal-hal mendasar mengenai kejahatan-kejahatan yang terjadi di dunia ini selama masa pemerintahan Presiden AS Reagan, Nixon. Bush (Sr. dan Jr.), dan Clinton. Selamat berpikir dan terkaget-kaget!

2 comments:

  1. Abis baca buku Noam Chomsky, lanjut baca 1984 by George Orwell. Abis tu check kasus Edward Snowdern.

    ReplyDelete